Moms dairy

Abang Turning 1 and sensory class 2

Haii!! ii nggak terasa yah cepet banget Shaidan masuk usia 1 tahun! Perasaan baru aja curhat tentang proses melahirkan, sulitnya awal2 nyusuin daan drama2 lainnyah! Ee sekarang nggak taunya bocahnya udah bisa dipekernalkan umurnya dengan sebutan … tahun (yang biasanya masih .. bulan) 

Rollercoaster selama setahun kemarin memang bikin Mumishai dan Bapakshai belajar buanyaaak banget mengenai anak. Apalagi setahun kemarin Abang lumayan sering sakit kan seperti posting2an aku sebelumnya, jadilah kita lumayan protected buat nggak bawa Abang sering2 ke tempat umum macam mol gitu. Ke kawinan yang malem2 pun kita belum beranikan diri buat ajak Abang. 

Tapi hasilnya dari yang kita alamin setelah itu, Abang Shai jadi penakut sama benda2 tertentu, jadi kagetan juga karena lebih sering di rumah yang suasananya cukup hening dibanding suara2 di luar rumah. Aku sebenernya agak deg2an juga, takut pengaruh ke tumbuh kembangnya kalau Abang aku biarkan selalu takut sama semua hal. Takut boleh, tapi sama Allah aja yak nak, yang lain harus berani! apalagi ama cewek Bang, hahaha malu ah kalo takut2 depan cewek :p 

Akhirnya aku cobain ikutin Abang lagi ke sensory class yang ke 2 di Milka Daycare juga. Untuk kelas sensory yang ke 2 ini, lebih melatih anak melewati beberapa “rintangan” yang di setting unyu2 hihu.

Dia si sebenernya seneng2 aja awalnya, apalagi kelas warming up nya adalah memperlihatkan cahaya2 lampu ala2 disko di ruangan gelap dengan gelombang buble2 ditiupkan di udara. Karena di kelas yang sebelumnya pernah juga kayak gt, jadi dia agak familiar and he was so excited! Nggak takut2 sama sekali. Padahal peserta kelas kali ini lebih banyak dari kelas yang pertama. 

Tapi  pada saat mengikuti tahap ke 2 dimana sebenernya ini adalah main games yang melatih sensor anak2, zonk berat! Malah takut total zzz.. Mungkin karena waktunya samaan dengan jam bobonya juga. Selain itu, Shai takut banget sama gambar2 yang memperlihatkan mata besar, di TV aja kalau ada tampilan yang memperlihatkan animasi mata besar, gesture badan Shai langsung minta peluk dan gendong. Jadilah dia bete diawal permainan, karena awalnya dia harus “menceburkan” kakinya ke dalam kolam buatan dimana kolam tersebut terdapat gambar wajah hewan panda dengan mata hitam yang besar. Uwaa teriak2 nangis deh dari situ.

Masuk ke terowongan buatanpun dia ogah beraaat! Malah nangis2, kalah bang sama bocah wedok pada berani2 pisann hahaha! Setelah permainan masuk ke terowongan, seharusnya menginjakan kaki di keset bulu dan mengambil mainan di keranjang yang sudah dipenuhi tumpukan2 kertas yang digunting kecil2. Tujuannya adalah agar anak dapat mencari mainan yang tersembunyi dari tumpukan kertas2 kecil. Ee Abang tetep nggak mau nyentuh! Baik keset maupun kertas2nya emoh jauh2 deh, yang disentuh cuma mainannya.

Permainan terakhir yaitu melukis pakai cat air yang aman untuk bayi dan anak2. Haduh boro2 deh mau “ngelukis ala2”, tangannya aku tempelkan ke cat air aja udah jerit2 bocahnya hahaha.. Sedikit2 Abang mau pegang kuasnya dan langsung aku tempelkan kuasnya ke kertas karton yang sudah disediakan. Uwaa berontak badannya dan nangis2 karena nggak mau diarahin sendiri. Walhasil aku dan Abang Shai super cemong bekas cat air karena dia berontak terus hahaha. Tapi karena catnya aman banget buat bayi, dibilas pakai tissue basah pun hilang.

Aku merasa semua rentetan permainan bagi dia kayak masuk ke dalam rumah hantu kali yah!? Ngeriii! Pengen cepet2 keluar! Kayak di kejer2 utang! hahahaha itu mah Mumishai :p Udahlah cm 1 hal yg bisa bikin dia diem, nenen! Akhirnya aku kasih mimi aja di ruang nursury. Disitu aku ajak ngobrol Abang Shai, nanyain kenapa si dia kok nggak terlihat happy sama sekali dengan semua permainan yang ada? “Abang yang baik ya sama temen2nya, sama org2 di luar yang udah nunggu Abang main..”

Terakhir ditutup dengan memindahkan water bean (kalo nggak salah namanya itu ya, yaitu kumpulan semacam biji2an warna warni yang berisi air – sama seperti kelas pertama), ke dalam wadah kosong. Karena Abang Shai udah pernah familiar dengan ini, jadi dia happy lagi. Seneng banget main basah2an. 

Lalu kelas selesai juga dengan susah payah, fiuuh.. Aku dan BapakShai sempet minum ke starbucks dulu di deket Milka daycare. Aku lihat mata Abang Shai udah tinggal 5 watt hahaha.. Ternyata dia rewel ampun2an memang karena ngantuk dan liat gambar mata. 

Pelajaran baru lagi yang aku dapat dari Abang Shai adalah :  kita as a parent nggak akan pernah bisa maksain mood anak. Walau dia masih kecil baru memasuki usia 1 tahun, dia tetap adalah seorang manusia juga yang punya beberapa perasaan nggak enak yang hanya bisa dia ungkapin dengan nangis. Orangtua bener2 cuma bisa mengarahkan anak. Responnya baik atau nggak dikembalikan lagi ke anaknya 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s