See.. Or just read it

Mi Amor..

Hi hi.. akhirnya aku nulis lagi setelah sebelumnya curhat panjang lebar tentang pernikahan aku..

Sedikit sharing soal pernikahan yang kalo kata bahasa infotainment, “masih seumur jagung” (ketawan ya tontonannya) ini, aku Alhamdulillah Happy banget.. walaupun baru banget 2 bulan, tapi aku ngerasa kenapa nggak dari dulu aja aku menikah? Ibadah kalo ikhlas ngejalaninnya pasti enak, apalagi menikah, udah pada dasarnya enak dapet bonus ibadah pula hihihihi..

9 tahun pacaran emang beda banget begitu masuk dunia pernikahan, dulu waktu pacaran kita cenderung kaya sahabat. Masih cuek satu sama lain, pergi nggak pake laporan2, yang penting Jumat-Sabtu ketemu, kalo butuh2 minta jemput, ya istilahnya gue begini lo mau terima apa nggak? Waktu menikah rasanya kok aku malah jadi pengen jaim? hahaha.. kebiasaan2 yang dia nggak tahu (atau udah tahu tapi aku nggak noticed) pengen aku kurang-kurangin, kayak naro baju di lemari berantakan, bangun tidur kesiangan, meja berantakan, dll. Rasanya pengen selalu bagus di depan suami. Padahal kalo orang-orang lain masa – masa jaim tersebut dilewati pada moment pacaran. Kalo aku anehnya malah kebalikannya, hihihihi.

Setelah melewati 1 bulan pernikahan kemarin, Allah memberikan hadiah imut yaitu janin dalam perutku, Alhamdulillah bangeeet. Aku dan suami kaget juga kok bisa secepat ini. Kami tidak menunda maupun buru-buru “kejer setoran” punya anak. Karena masih newly wedd jadi ya santai aja jalaninnya. Tapi kita suka si ngikutin apa kata2 orang untuk bisa punya anak (cuma iseng aja si sebenernya, kalau dapat cepet bersyukur banget, kalau masih ntar pun tetap Alhamdulilah) misal setelah “berhubungan” (bukan jorok loh nih hahaha, sekedar informasi aja), kaki perempuan dinaikan ke atas agar katanya proses sperma masuk ke indung telur lebih cepat. Terus ada lagi yang bilang buat yang perempuan jangan langsung bersih-bersih setelah “berhubungan”, katanya sii agar sperma bisa menyeseuaikan ke tubuh wanita dulu. Ada juga yang bilang berhubungan setiap 2 hari sekali. Tapi aku paling percaya dengan kekuatan doa. Ibu mertua pernah kasih doa malam pertama. Selanjutnya suami cari – cari sendiri doa-doa lain yang mendukung  seperti dibawah ini :

1444265597070 1444265604888 1444265609463

Alhamdulilah si kita selalu baca doa2 tersebut. Well anyway, tetap jalan Tuhan yah untuk rezeki orang masing – masing. Setidaknya kita manusia tetap berusaha 🙂

Siklus mens aku Alhamdulilah termasuk yang teratur, hampir nggak pernah terlambat, malah biasanya kecepetan 2 or 3 hari. Pernah telat paling2 cuma sampe telat 4 hari. Tapi itu juga belom tentu dalam setahun terlambat datang bulan. Aku mulai curiga saat udah telat 5 hari. Coba2 testpack dan positif, tapi masih belom percaya sampe nunggu telat 7 hari, dan yes positif hamil dengan 2 test pack di hari ke 7. Harapanku untuk punya anak pertama di bawah umur 30 Insya Allah akan terlaksana, seneng bangett!!

Aku dan suami memutuskan untuk ke RS. Asih untuk check. Aku kebetulan hanya nyaman konsultasi dengan Obgyn perempuan untuk urusan kewanitaan seperti ini. Jadilah kita ketemu dengan salah 1 dokter di Asih yang masih tergolong muda dan kebetulan cantik juga. Karena usia kandungan aku masih kecil banget, jadi proses USG harus melalui vagina, tidak bisa dari luar. Maka dimasukin deh alat, prosesnya namanya transvaginal. Agak shock dan kaget si pas dimasukin alatnya, tapi pas liat gambar dilayar, shocknya udah ilang dan buyar karena rasa Happy yang tak terkira, melihat kantong janin yang super cute. Dokter bilang kandungan ku sudah memasuki 4 minggu. Lalu aku menceritakan penyakit skoliosis yang aku derita. Apa pengaruhnya pada proses kehamilanku ini. Beliau langsung bilang “wah ini harus ditangani oleh dokter anastesi yang senior”. Ia juga mengatakan aku tidak akan bisa melahirkan normal, pasti harus melalui proses cesar. Trimester ke 2 juga aku akan merasakan back pain yang lebih parah karena tulang ku akan semakin bengkok. Aku tanyakan solusinya kepada beliau apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi back pain tersebut, tapi aku nggak dapet hasil yang memuaskan.

Dengan rasa happy sekaligus was-was dengan keadaan tulang aku, akhirnya aku coba 2nd opinion dan tetap dengan dokter perempuan. Browsing di googling akhirnya keluarlah nama Dr. Dewi Prabarini, yang banyak menjadi dokter favorite. Akhirnya aku dan suami menyambangi praktek beliau di RS Brawijaya Woman & Children. Pembawaannya hangat dan rasanya nyaman curhat sama beliau. Setelah tahu aku mengidap skoliosis yang cukup parah yaitu kemiringan sampai 46 derajat ke kiri, beliau menyarankan untuk ke dokter ortopedi yang ada di RS tersebut juga. Aku selama ini nyaman therapy dengan treatment Chiropraktik dan dengan Chiropraktor Dr. Neil Furuno yang kebetulan adalah suami dari Sarah Sechan (penting yaaa hahahaha) Tapi Dr. Dewi seakan ragu untuk menyarankanku terus berobat di chiropraktik, apakah nantinya akan membahayakan bagi janin ku atau tidak sepertinya beliau tidak bisa memberikan kepastian. Beliau lebih mempercayakan pada dokter ortopedi.

Sedikit review tentang dokter Dewi, sebelum bertemu dengan beliau, teman kakak yang juga pasiennya sempat bilang bahwa dia adalah salah satu dokter yang memberikan banyak pantangan untuk pasiennya dan tidak melulu selalu menyarankan cesar. Yup betul saja, makanan yang boleh aku konsumsi hanya nasi, ayam goreng, perkedel dan soup. Asam, pedas, makanan kemasan, seafood sudah pasti harus jauh – jauh dari jangkauan aku. Akupun harus berhenti sekolah menyetir. Intinya aku harus lebih banyak istirahat. Dan setelah ia melihat hasil roentgen tulangku, beliau tidak langsung memastikan aku akan menjalani oprasi cesar, tapi beliau bilang, kemungkinan akan cesar.

Akhirnya aku dan suami mengikuti saran dokter Dewi untuk ke dokter ortophedi yang kalo ini sih kebetulan perempuan juga. Dokternya sudah sangat senior, mungkin usianya sekitar 50 tahunan. Ucapan yang ia berikan benar – benar bikin aku down. “Ini sih kenapa nggak oprasi dari dulu? Kenapa harus ke chiropraktik? Itu kan bukan akademisi! Ini sih nggak boleh senam hamil, saya nggak bisa kasih banyak gerakan excersise di rumah karena ibu sudah keburu hamil” Seakan – akan dosa besar bagi saya mengidap penyakit skoliosis. Saat itu rasanya air mata ingin menetes saja, tapi tidak, aku bisikan pada diri sendiri dan ke janinku, “Nggak, kita harus kuat dan pasti bisa kuat”

Sepertinya aku ingin kembali ke masa lalu, dimana Chiropraktor ku menyarankan aku untuk tidak menggunakan heels, tidak membawa bawaan berat seperti tas, rajin latihan, rajin berenang, semuanya harusnya aku laksanakan. Tapi saat memasuki dunia pekerjaan semua itu sirna, aku seakan larut mengejar karir, mengejar income, mengejar kebahagiaan bisa berguna bagi orang lain sampai nggak mikirin tulang aku sendiri. Alhasil sekarang hamil aku nggak mempersiapkan apa – apa (dalam hal ini tulang aku) Cuma apalah arti menyesal, sekarang aku mau memikirkan ke depannya saja. Btw, kenapa aku nggak ditindak oprasi skoliosis karena ibu saya ragu dengan dokter disini, dan banyak kasus kegagalan oprasi tulang belakang (pada masa itu) yang berujung kelumpuhan.

Lalu aku tegaskan ke dokter orthopedi tersebut bahwa aku tidak ingin menengok kemarin2, aku dateng ksini juga bukan untuk diomel2in kok, aku butuh saran dan solusi. Akhirnya dia bilang “Oh ada kok yang skoliosis juga bisa melahirkan”, hmm akhirnya dia lontarkan ucapan yang sedikit menenangkan. Lalu dia menyarankan aku untuk menggunakan sabuk yang ada besinya di bagian belakang pada tri mester ke 2. Untuk hal ini aku setuju agar tulang aku nggak semakin parah. Seperti dokter di Asih, dia pun mengungkapkan aku tidak bisa melahirkan normal.

Aku kembali lagi ke dokter Dewi dan menceritakan yang dokter orthopedi katakan kepadaku. Akhirnya dokter Dewi mengiyakan untuk aku akan di oprasi cesar.

Aku tetap ingin konsultasi dengan chiropraktor ku karena sudah sangat nyaman dengan beliau. Semoga saja aku dan janinku bisa sehat terus dan baik2 terus aamiin2 yra..

kiss2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s