See.. Or just read it

When you decide something..

Hi hi.. sekarang blogs nya agak sedikit curhatos yakk..

Udah jalan 2 bulan ini aku memutuskan untuk menggangur. Sebenernya si aku nggak pengen – pengen banget nganggur, tapi ada beberapa kondisi yang kayaknya mengharuskan aku untuk memberanikan diri menjadi “sukarelawan” penambah angka pengangguran hahaha..

3 hal yang memaksaku untuk cabs, yang pertama karena bos supervisor aku yang hmmm.. gak pengen jelekin orang juga sih sebenernya.. tapi mungkin lebih halusnya aku kurang cocok kerjasama dengan beliau, dengan high expectation dia ke akyuu dan aku gak bisa kasih sesuai harapan dia, yah well udah ketebak yah endingnya gimana.
Yang ke 2 karena pengen berobat lebih intens untuk masalah skoliosis aku. Karena kesibukan aku bekerja (cieh udah kayak artis di infotaiment aja yak :P), aku nggak terlalu ngurusin tulang belakang aku. Jadi yah, kayaknya sekarang it’s time for me taking my self more (nggak ngurusin orang teruss, terutama client hahaha)
Dan alasan yang terakhir, karena mama butuh bantuan aku untuk arrange-arrange pindahan rumah. Since mama adalah single parent, jadi kesian juga kalo prosesi “pindah kehidupan” dari tempat lama ke “harapan baru” nggak ada yang bantuin mama.

Di 2 bulan ini, aku tetap bersyukur dengan keputusanku kemarin untuk resign dari kantor. Although, there’s something I missed dari aktivitas ngantor biasanya.. yang ketemu orang banyak, ada cerita baru di setiap harinya, sampai pusing – pusing ngadepin yang males aku hadepin aja aku kangenin banget, huhuhu

Let me flashback to a view months a go. Aku sebelumnya bekerja di Advertising agency selama 3 tahun, di tempat yang sekarang ini aku baru ngerasain (setelah nyoba di tempat lain dan setelah nganggur) bahwa my old office is like a mini heaven (lebay nggak sihh hahahaha) dan very grateful to be part of them. Dari tempat tersebut, aku bisa menginjakan kakiku ke 3 negara impian, yaitu HongKong, ShangHai, dan Jepang (for free hasil dari outing). Aku juga mendapat keluarga baru yang luar biasa serunya, punya team leader yang baik – baik dan punya “rumah ke 2”. However, namanya masih muda belia yaaa hahaha, masih ngeliat kiri kanan, ngebandingin sama ina itu, ngeluh ngono ngini, yang intinya nggak bersyukur lah bisa kerja dikantor itu, aku akhirnya decide untuk cari – cari pengalaman di tempat lain, dan ternyata nggak dapet2 hahaha.

Akhirnya mungkin Tuhan pengen ngasih sentilan ke aku “bener nih lo mau kerja ditempat lain? Nih yee gue kasih kesempatan” Di tahun ke 3 aku bekerja, ada suatu kejadian yang bagi beberapa karyawan cukup menyedihkan. Kantor kita diambil alih sama “Mother company” karena ada 1 lain hal. Alhasil karena di suatu kapal nggak mungkin ada 2 captain, jadi para petinggi di kantorku memutuskan untuk cabs dan kita karyawan seperti kehilangan arah terombang ambing di samudera nan luas (jaaah mo kemana sii emangnyaa hahaha)

Terkait dengan doaku yang pengen cabut, akhirnya dengan keadaan seperti ini, memaksakan beberapa karyawan untuk ikut cabut juga (bukan karena PHK si.., karena pilihan sendiri) Aku juga tadinya nggak berpikir ikut-ikutan latah resign berjamaah pas kita merger, tapi setelah merasakan gimana kurang nyamannya saat itu beradaptasi dengan Mother Company yang sebenernya masih 1 keluarga dengan old company aku tapi memiliki aura yang jauh berbeda, akhirnya aku cuma 3 bulan bertahan di Mother Company dan menerima tawaran pekerjaan di tempat lain.

dont-promise-when-youre-happy-dont-reply-when-youre-angry-dont-decide-when-youre-sad-quote-1

Di tempat inilah aku bener – bener keluar dari comfort zone, ketemu orang – orang dari berbagai macam karakter, menyesuaikan gaya kerja dengan team baru, dan lain sebagainya. Cukup kewalahan juga aku ngikutin arus kerja mereka. Super cepet, super serius, yah pokoknya 180 derajat dari my old company. Setelah berjalan, aku bener – bener nyeseeeel banget dulu kenapa sih suka ngeluh – ngeluh dikantor lama? Kenapa suka nggak bersyukur Tuhan udah nempatin aku ke tempat yang bisa nerima kelebihan dan kekurangan aku? Di mother company pun not bad as I thought. Sebenernya yang aku liat di kiri kanan tuh cuma ilusi aja, karena ada rasa nggak mau kalah sama yang lain, rasa jenuh sama kantor lama (terutama clientnya hahaha), pokoknya rasa – rasa yang pada intinya “selalu ingin lebih” deh.

Tapi balik lagi si sebenernya, kita mau lihat ini sebagai apa? Seperti perumpamaan gelas yang pernah dijelaskan sama rekan kerja aku di kantor aku terakhir, beliau pernah bilang, “untuk masalah ini, apakah kamu melihat gelas setengah isi air adalah gelas yang berisi air atau kamu mau lihat bagian atasnya yang kosong?” Yang aku tangkap, dari pindahnya aku ke kantor baru yang jauh dari harapanku, apakah aku melihat ini sebagai tantangan dan pembelajaran baru (bagian gelas berisi air) atau hanya tempat mencari nafkah belaka tanpa ada kesan (bagian atas gelas yang kosong)?

Resized_Cover-Page_Funding_Landscape_Whole_Report

Aku memilih untuk ambil gelas yang berisi air. Walaupun kantor terakhirku jauh dari kata nyaman, tapi aku tetap sangat berterima kasih untuk segala pembelajaran yang aku terima di dalam jangka waktu yang sangat singkat tersebut dan nantinya bisa aku terapkan di kantor aku selanjutnya.

Kira – kira gini deh yang bisa aku ceritain. Untuk yang suka complaint mengenai kerjaannya, coba dulu try your best. Jalan hidup orang emang beda-beda, mungkin ada juga yang ditempat baru malah lebih bahagia, we never know. Tapi setiap keputusan yang diambil, jangan pernah ambil karena emosi, karena kita nggak akan pernah dapetin yang namanya “lebih baik” di setiap kondisi. Pasti setiap pindah ada kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kalau udah bener – bener mutusin untuk resign dan belum dapat kerjaan baru, dari sebelumnya sudah harus tahu apa yang akan dikerjakan saat nganggur. Apakah coba bikin usaha kecil-kecilan, apakah mau bantuin orang tua, atau mau traveling dulu, ya pokoknya jangan merugikan orang lain lah dengan nganggurnya kita ini.

Smooch and lovee..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s