See.. Or just read it

apartment or house?

Hi, udah lama yah aku nggak nulis2 disini hehe..

Well, 6 bulan terakhir aku tinggal di apartmen di kawasan Kuningan, Jaksel.
Aku dan orangtua tinggal disana bukan karena pilihan kita, melainkan ada suatu kejadian di rumah kita yang mengharuskan kita untuk pindah sementara waktu, dan kebetulan orang terdekatku punya apartmen nganggur, jadilah kita “mengungsi” disana sampai rumah kita terjual dan pindah ke tempat baru.

Akhirnya rumah laku, Alhamdulillah..
Jadilah kita keluar dari “pengungsian” dan tinggal di daerah Ragunan, Jaksel.

But I missed Apartemnt olrediihh.. 😦 why? ok, aku akan membahas plus dan minus nya living in an apartment VS house.

Apartment :
Apartment merupakan sebuah model tempat tinggal yang hanya mengambil sebagian kecil ruang dari suatu bangunan. Suatu gedung apartemen dapat memiliki puluhan bahkan ratusan unit apartemen (from Wikipedia)
For my self, apartment adalah tempat tinggal di dalam gedung yang biasanya ada di tengah kota(sekrang udah mulai banyak apartmen di pinggiran kota) untuk para kaum urban yang penuh dengan aktifitas dan memerlukan tempat tinggal dekat dengan tempat kerjanya atau kampus or semua aktifitas sehari hari deh.

Kantorku dulu di daerah Gatsu, jadi kalo naik ojek dari apartmen cuma 30 menit dan naik taksi 15 menit (baca : macet) jadi seneng banget buat aku yang punya masalah dengan bangun pagi. Sangat menghemat waktu di jalan deh.

Selain itu, enaknya lagi di apartment fasilitasnya beragam, ada yang menyediakan fitness center, swimming pool pastinya, sports area, dan lainnya. Beragam makanan pun tersedia di sekitar apartment, mulai dari warteg sampai ke makanan bintang 5 ada semua. Tinggal telfon dan voila, dateng deh makanan yang dipesan dan karena jaraknya dekat, kita nggak akan dibuat kelaparan menunggu. Nggak cuma makanan, tapi ATM Center, mini market, klinik kesehatan dan apotek juga letaknya sangat berdekatan. Tinggal pencet lift ke lantai dasar, kita udah bisa mendapati tempat – tempat yang menyediakan kebutuhan sehari – hari kita tersebut.

Karena kita bayar service charge, maka pelayanan yang di dapat juga sesuai banget. Kapanpun kita butuh security untuk membantu kita dalam hal apapun (kecuali cari jodoh kali yaa hahaha), pasti akan ada bantuan 24 jam. Begitu juga kalau mau minta bantuan cleaning service, pada jam – jam tertentu kita juga pasti akan dibantu.

Letaknya yang ditengah kota, memudahkan kita untuk pergi kemanapun. Nggak harus susah payah berangkat lebih awal kalau ada acara or ajakan temen ketemuan di tengah kota. Serta, kelebihan ditengah kota, apartement yang kita tempati suka menjadi base camp ajang ketemuan temen2 or sodara. Akses kendaraan umum juga lebih banyak dan cepat.

Apartement juga nggak segede rumah pada umumnya (kecuali pent house yaa), jadi sangat mudah untuk membersihkan tiap sudutnya. Tempat pembuangan sampah juga sangat effisien, cukup ke tangga darurat terdekat saja.

Buat aku yang paling penting adalah safety, mengingat pernah mengalami hal nggak enak dengan keamanan rumah. Satpam selalu stand by dan tersedia access card untuk masuk ke lift apartemen. Jadi nggak semua orang bisa gampang masuk ke lantai tempat kita tinggal. Delivery order makanan aja yang nganterin satpamnya, bukan petugas dari restorannya. Jadi kebayang lah yah betapa feel securenya yang tinggal di apartement.

 

Itulah beberapa kelebihan setelah aku tinggal 6 bulan di apartement. Nah, pastinya selalu ada minusnya yaa, berikut minusnya menurut aku :

1. Parking area. Hal ini udah jadi masalah classic bagi pengguna apartement. Apalagi buat yang tinggal di apartement untuk B-C class (kayak apartement bersubsidi gitu) jangan harap akan dapat lahan parkir yang besar. Untungnya apartement dimana aku tinggal parkir area nya cukup lah, jadi nggak sesak. Tapi aku dan keluarga menghindari banget parkir di Basement 2, karena suasananya spooky dan yaa nggak enak d pokoknya, suka parno sendiri hahaha. Nah, kalau udah sedikit malam pulangnya, biasanya nggak ada pilihan lain selain parkir di B2. Jadi kita suka bergegas pulang dari luar.

2. Letaknya yang kecil, mengakibatkan kita nggak bisa menata barang dengan jumlah banyak. Jadi self reminder juga si buat kita, kalau mau beli barang banyak sebaiknya ada barang yang dikurang jumlahnya dari yang kita punya sekarang.

3. Karena kita tinggal disebuah gedung dengan tetangga2 yang sangat berdekatan, maka aktifitas tetangga sangaaat terdengar oleh kita. Apalagi kalau ada yang main drum maupun lagi nonton bola. Berisiknya luar biasa! hahaha.. selain itu, kembali lagi karena di gedung, kita sangat ketergantungan dengan yang namanya lift. Untungnya si dulu aku tinggal di lantai 2 jadinya kalau turun nggak terlalu jauh. Pernah one day mati lampu dan lorong gelap banget, serem deh. Tapi untungnya apartmen yang pernah aku tinggalin ini selalu mengutamakan listrik untuk lift dulu. Jadi nggak harus susah2 naik turun tangga.

4. Kembali ke masalah lift, kalau udah pulang malem atau berangkat pagi untuk aktivitas, kita harus antri nungguin lift untuk ke lantai dasar. Karena jam itu adalah pas lagi rushing hour banget, lagi penuh2nya. Jadi kadang lift penghambat untuk bisa sampe ditujuan terlambat juga.

Enaknya rumah, isi 1 keluarga dengan jumlah banyak tetep muat. Trus mau bikin acara di rumah juga gk ribet karena gk sempit. Kalau keluar rumah langsung jalanan, jadi kalau ada apa2 kayak bencana alam (amit2) bisa langsung cabs dan bisa bebas menata layout rumah tanpa terbatas tembok tetangga.

Gitu deh kira2..

 

But I still choose to live in Apartment instead 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s