See.. Or just read it

Mourning for the legend :(

Bulan April 2011 memang bulan yang cukup membuat aku terkaget – kaget dengan segala kenyataan yang ada. Berawal dari berita orang tua teman ku yang jadi headline beminggu – minggu akibat perbuatannya yang menyalahgunakan uang (posting sebelumnya), ketidakpastian aku mendapatkan tiket maroon 5 yang udah aku bayar lunas ke orang dalam Java (huaaa mo nangis deh kalo inget2 inii, aku sangat berharap bisa nontonn hikss please please God let me watch adam levine, he needs me hahaha ngarang :p ) dan yang baru saja datang berita dari meninggalnya my idol, my object of thesis opa Rosihan Anwar 😦

Mmm di bilang kaget si mungkin nggak terlalu, mengingat aku udah pernah denger sebelumnya kalau beliau terjatuh sakit sekitar 1 bulan yang lalu. Keadaan jantungnya juga semakin lemah setelah di operasi by pass. Tapi lebih ke rasa kehilangan dan duka yang mendalam. Mungkin ini jalan yang paling baik bagi beliau agar bisa cepat bertemu dengan mendiang istrinya yang baru saja berpulang ke Rahmmatullah 6 bulan silam. Dari yang aku tangkap dari keluarga beliau, Rosihan Anwar sangat amat mencintai istrinya dan merasa kehilangan belahan dirinya setelah di tinggal pergi Siti Zuraida. “Kemana – mana masih gandengan”, ujar cucu mantu beliau di Tvone. Aku juga menyaksikan sendiri bagaimana sedih dan dukanya beliau saat istrinya terbaring lemah di rumah sakit. Ia mengaku tidak bisa makan dan tidur di rumah karena selalu mengingat istrinya yang sedang koma. “Opa kepikiran oma, kasian kalau di tinggal, nanti gimana makannya oma?”, ujar Pak Rosihan sambil mengelus rambut Ibu Zuraida. Padahal banyak keluarga di sekeliling istrinya dengan setia. Tapi tetap aja nggak menenangkan hatinya kalau jauh dari belahan hatinya itu. Apalagi saat Opa Rosihan harus ditinggal pergi selama – lamanya oleh sang istri tercinta. Huuuh nggak tega banget liatnya, lemes, nggak mau ngapa-ngapain, dan nggak malu untuk nangis keras di depan para pelayat 😦   Beliau sangat ingin menerbitakan buku kisah cintanya dengan sang istri setelah keluar dari rumah sakit. Namun nasib berkata lain, ternyata tak hanya keluar dari rumah sakit, tapi beliau juga keluar dari alam dunia ini ke Rumah Allah.

Terlepas dari aku dekat sekali dengan cucu beliau, aku memang ngefans sama sosok Rosihan Anwar. Waktu itu awalnya aku harus merubah topik skripsi ku karena 1 dan lain hal gitu deh. Udah mentok banget bingung mau ambil topik apa, semuanya udah di ambil teman – teman angkatan ku yang jumlahnya ratusan. Sampai akhirnya aku terpikirkan untuk membahas seorang tokoh tapi apa yah enaknya? Karena aku ambil jurusan mass communication akhirnya aku ambil topik tetang Profesionalisme dari seorang tokoh wartawan Rosihan Anwar.

Mulai dari situ aku harus banyak mengenal dirinya mulai dari buku – buku yang ia tulis. Aku harus membacanya berkali – kali, karena gilaaa bahasanya ituloh susah banget! Sastrawan kelas berat ini sih! Bagus banget untaian kata – katanya! Tapi yang paling aku suka adalah buku otobiografinya yang ia tulis sendiri yang berjudul “Semua Berawal Dari Keteladanan”. Dari buku ini aku langsung semakin cinta deh sama sosok beliau. Dia menceritakan berbagai pengalamannya selama jadi wartawan. Dia pernah datang kepagian dalam suatu acara yang (kalo nggak salaah niih) di adain sama bos besar infotainment. Karena nunggu lama nggak ada yang datang, terus dia pergi deh. Wah gila yah udah jauh – jauh dateng karena males nunggu, langsung deh cau! Tanpa melihat syapa yang bikin acara, beliau tetap memilih pilihan yang nyaman untuk dirinya.

Begitu juga saat beliau menceritakan dirinya pernah ditawarkan menjadi duta besar vietnam oleh ibu negara pada masa orde baru. Namun dengan lugas beliau menolaknya. Dengan bahasa jawa ibu negara bertanya pada beliau, “Kenapa kamu nggak mau?” Dan Pak Ross hanya menjawab, “Setiap orang sudah ada rejekinya masing – masing. Dan rejeki saya ada pada menulis” Wahhh so spechless baca bagian ini. Gimana coba kalo yang di tawarkan adalah orang – orang sekarang? Wah udah ambil untung duluan tuh. Bodo amat deh sama  profesi, yang penting dapet gaji gede jadi dubes. Namun beliau berbeda. Dengan cintanya pada dunia jurnalistik, ia bener – bener nggak mau menukarkan dengan apapun. Walaupun pernah di penjara, di bredel harian yang ia pimpin hingga 2x tetep aja tuh nggak ada kapoknya. Karena dia selalu yakin dengan apa yang beliau perbuat jadinya hasilnya seperti sekarang ini deh.

Aku sempat bertatap wajah langsung sama beliau beberapa kali kalo ada acara keluarganya. Aku emang selalu canggung kalo ketemu orang baru. Apalagi eyke ngefans berat sama beliau, jadi cuma bisa diem aja deh depan Pak Ross hahaha bodoh ya. Tapi sayang banget aku nggak sempet jenguk beliau saat sakit kemarin ini 😦 sedih banget deh. Alasannya si cucu dari beliau adalah pengawasan rumah sakit yang cukup ketat membuat kita sulit untuk datang. Yang penting doa ku selalu menyertai beliau 🙂

Yang bisa aku ambil dari diri seorang Rossihan Anwar adalah KEEP IT REAL. Jangan pura – pura jadi seperti apa, atau menjadi siapa, atau yang paling banyak kejadian sekarang nih (ABS) ASAL BAPAK SENANG alias “perezz” ya kalo kata orang – orang sekarang, jauh banget deh dari sosok beliau. Pak Ross nggak pernah terlihat “perez” atau ampe nunduk – nunduk sama orang – orang yang di anggap penting sama masyarakat. Ia tetap jadi dirinya sendiri yang apa adanya, sederhana, blak – blakan, kritis, dan yang paling keren dari dirinya adalah STAY COOL nya ituuu. Susah banget di cari jaman sekarang orang masih idealisme nya tinggi kayak beliau. Kecintaannya terhadap istrinya dan keluarga sangat tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun.

RIP Opa Ross, selamat jalan. Terimakasih udah memberi inspirasi pada kita semua terutama untuk skripsi ku.

Semoga tenang bersama oma di Sisi Allah SWT dan di ampuni segala dosa – dosanya amiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s